Jumat, 25 Oktober 2013

NERACA TRANSAKSI BERJALAN INDONESIA 2013



Ekonom Standard Chartered Fauzi Ichsan memerkirakan bahwa neraca transaksi berjalan Indonesia baru akan bisa kembali sehat pada 3-5 tahun mendatang. Sebelum masa itu tiba, Indonesia harus menerima kenyataan jika neraca transaksi berjalannya mengalami defisit.

Sepanjang enam bulan pertama tahun 2013 ini, defisit neraca transaksi berjalan Indonesia sudah mencapai sekitar USD 15,7 miliar. Fauzi memerkirakan, jumlah itu bisa membengkak hingga USD 26 miliar di akhir tahun. Sementara, tahun depan bisa turun menjadi USD 20 miliar.

Ekspor kita terus menurun, sedangkan impor tetap naik lantaran pelemahan ekspor dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas di pasar global, kata Fauzi saat diskusi tinjauan ekonomi Indonesia 2013, di Jakarta, Selasa (10/9).

Kondisi neraca yang defisit itu memaksa pemerintah untuk menurunkan target pertumbuhan ekonominya. Supaya defisit current account tidak semakin bengkak, maka pertumbuhan ekonomi harus di tekan, ujarnya.
Namun, Bank Indonesia (BI) memprediksi defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal ketiga 2013 sebesar 3,4% dari PDB, lebih rendah dibandingkan kuartal kedua 2013 sebesar 4,4% dari PDB.

"Perkiraan kami defisit neraca transaksi berjalan akan turun jauh dibanding kuartal kedua, yakni turun menjadi 3,4%," ujar Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Perry menuturkan, menurunnya defisit neraca transaksi berjalan pada kuartal ketiga 2013 merupakan kontribusi dari neraca perdagangan Indonesia yang mengalami surplus US$0,13 miliar pada Agustus 2013 sejalan dengan penurunan impor.

Neraca perdagangan nonmigas mengalami surplus sebesar US$1,03 miliar, sementara defisit neraca perdagangan migas menyempit menjadi US$0,90 miliar.

Perry menambahkan, defisit transaksi berjalan yang diperkirakan lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya juga merupakan siklus di mana pada kuartal ketiga cenderung menurun. "Secara seasonality-nya neraca transaksi berjalan itu rendah di triwulan I, puncaknya pada triwulan II, menurun di triwulan III dan sedikit agak naik di triwulan IV. Tapi yang jelas kita pastikan untuk dua triwulan ke depan itu di bawah empat persen," ujar Perry.

Neraca transaksi berjalan diperkirakan memang akan membaik pada semester kedua 2013 yang dipengaruhi perkiraan pemulihan kondisi ekonomi global dan dampak penyesuaian ekonomi domestik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar